KEMBARA JIWA PELITA SUKMA

Dan mimpi itupun tersibak sudah
bersama kumpulan angan yang tinggi mengangkasa
kembali ke haribaannya berada

Sudut-sudut pikiranku kembali disibukkan
dalam pemaknaan akan hasrat yang lama terendapkan
Apakah arti kepalsuan yang menyekat selubung kebenaran
di sini, dalam jiwa kecil yang telah lelah mengembara?

Sementara nada-nada kegalauan mengalun syahdu
menghembus deras suasana hampa
melantunkan syair balada kehidupan

Jalan ini memang hitam dan semakin kelam
Semakin letih kucari dan terus mencari

Biar kucampakkan duka
dan kuhempaskan lara
hingga tak ada lagi perih tersisa

Sampai di depan sana kutemukan dunia
yang mau berbagi cerita tentang kejujurannya!

September 8, 2003

RASA INI

Sedayung kita mengayuh
Meninggalkan jejak penuh tanya

Lelah, atau mungkin lupa..
Kubisikkan di mana harus kau basuh
Jika tidak mengering saat ini, mungkin nanti

Tapi, apa yang bisa kita lepaskan dalam diam?

July 2, 2009

RASIONALITAS

Terkagum aku ketika menanya,
untuk siapa engkau dicipta?
Akankah buat yang memberimu tulus cinta
atau bakal jadi rebutan seisi dunia?

Biarlah jadi sebait kata tanpa arti
Tak apa, sebab kumeniat sepenuh hati
akan halnya pesonamu yang tersembunyi

SERUAN KEPADA SANG ALAM

Sepotong lilin nyala di kamar ini.
Tak cukup untuk menerangi. Sebentar juga mati.

Kanan-kiri kegelapan yang sangat. Hitam pekat.

Memohon sinar kepada sang rembulan? Tak akan!
Sebab ia di sana sudah punya bagian tersendiri.

Atau kepada bintang-gemintang?

Kami insan yang hina. Berilah kami sedikit cahaya.
Sekedar jadi pelita hati kami yang buta.

Terangilah jiwa-jiwa kami yang lusuh. Rapuh.

Kami di sini belajar peduli. Belajar mulai.
Berharap juga belajar mengakhiri.

October 30, 2001

TRAGEDI

Sudah kau lupakan saja diriku
Dan segala hal yang telah lalu
Sebab mengingatku hari ini
Mempercepat datangnya kematian esok pagi

Atau paling tidak, membuat hidupmu jadi sebuah tragedi

MINERVA – Dalam Bayang Tutur Sunyi

Tiada sungguh ku mengecilkanmu, Minerva
Sedang di padangmu aku ikut menyeberang, di lautmu aku turut berenang

Minerva, di sini hidup sedang diuji
Berserakan kerikil tajam di teras lubuk hatimu
Dan bersama segala nyala yang membara dalam dada
Kaulah yang punya rasa, empunya jiwa

Apa yang kukagumi darimu
adalah keinginan untuk dekat pada-Nya
berserah dengan segala harap dan doa

Ayo pacu semangat, jangan berhenti di sini
Lepaskan segala anganmu, kami di sini peduli
Ke mana lagi kau coba sembunyi
Sedang seisi dunia sama menantimu kembali

DI UJUNG PENANTIAN

Permulaannya kau datang padaku
dengan segunung rasa ragu

Menanya daku, “Kaulah impianku?”

Benar aku tahu
Dalam matamu hasrat menggebu

Semua itu, tak kau pedulikan jua
Sebab rindu tidak terbekas mata
Sakit mencinta tiada dusta

Yang aku mau
tiada lagi seindah dulu

Aku mengharu-biru
….semua dalam bayangku!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.