ARINDA

Ketika kau bukakan semua jendela kepedihanmu
Pikiranku jauh mengelana ke atas sana
Menembus semua batasan demi menyatu denganmu
Coba memahami setiap detik waktu yang kulewati denganmu

Aku tak berdaya menghalau gejolak rasa di dada ini
beserta butir-butir cinta yang semakin bersemi bersamanya
Kendati kutatap tajam sudut-sudut wajahmu
Tuk mencari arti ketulusan yang tersembunyi di antaranya

Apakah segumpal rasa sayang itu
hanya sekedar sebuah refleksi yang lahir dari kerinduan
akan cinta sejati yang terpendam sejak lama?
Sementara tak ada cukup masa-masa bermanja
Karena waktu kita hanya sebentar saja

Kalau saja aku bisa balikkan semua cerita
Putar kembali realita yang membuatmu terpana

Sedang separuh hatiku pernah bermukim di dalam situ
Menanti untuk melebur ke dalam jiwa ragamu

Namun saat ini sungguh ku hanya bisa menyesali,
Tatapan tajam mereka yang menghakimiku
Seakan hendak telanjangi seluruh jiwaku
Tanpa pernah peduli air mataku yang habis mengalir untukmu

Kubuka mataku, dan ternyata mimpi indah itu telah berlalu..

Rasa cinta itu, rayuan manis yang mendayu-dayu
Sekarang hanya jadi masa lalu yang membisu
Yang cakarnya telah merobek habis sanubariku

March 29, 2006

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: