SERUAN KEPADA SANG ALAM

Sepotong lilin nyala di kamar ini.
Tak cukup untuk menerangi. Sebentar juga mati.

Kanan-kiri kegelapan yang sangat. Hitam pekat.

Memohon sinar kepada sang rembulan? Tak akan!
Sebab ia di sana sudah punya bagian tersendiri.

Atau kepada bintang-gemintang?

Kami insan yang hina. Berilah kami sedikit cahaya.
Sekedar jadi pelita hati kami yang buta.

Terangilah jiwa-jiwa kami yang lusuh. Rapuh.

Kami di sini belajar peduli. Belajar mulai.
Berharap juga belajar mengakhiri.

October 30, 2001

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: