CAHAYA TERAKHIR – untuk Nova Mirawati

Di ujung langit pandangi senyummu
Dan tangan-tangan lembut yang memeluk jiwamu
Menggoreskan hasrat yang pernah terwujud bersamamu

Yang kami lihat, wajah teduh tanpa air mata
Kau telah lepaskan semua mimpi burukmu
Ketika kau berlalu, kami pun sama bertanya,
“Inikah akhir kisah manis sang dunia?”

Mungkin bila kelak kau kembali, kami tak tahu
Simpan bayangmu di dalam hati, jika kami mampu
Kami sudah coba menjual dunia, tapi kami tak bisa
Karena sungguh…surga kau tak pernah minta

Yang kami tahu, tempatmu bukan di dalam sini
Hanya sekedar perhentian menunggu penebusmu
Sama ketika kau berbagi, memberi tanpa derita
Buat hantar kembali jalanmu ke atas sana

Dan apabila isyarat itu telahpun tiba
Kau pun telah menyalakan cahaya terakhirmu
Semesta alam telah siap mengantar nyenyak tidurmu
Menanti saat kau membuka pintu istana emasmu

IT’S A BEAUTIFUL DAY

It’s a beautiful day – the sun is shining
The birds are flying – and my heart is waltzing
Everybody asks me, what’s going on?
I don’t know, I’m just humming on my own

What a beautiful living – makes me feel alive
Everybody’s stunning – for such extraordinary jive
My love really knows, if I’m only dreaming
But I don’t care, as it’s just a beginning

May 29, 2002

ANTARA KAU DAN AKU

Terlalu kau padaku. Kita sama membisu.
Sama tahu.

Kau dan aku bermanis madu. Berpahit empedu.

Kita sama muda. Sama rasa.
Lalu aku menghina menghamba.
Sudah itu binasa.

Pulang! Kabarkan semua tentang aku.
Pun tak s’lamanya ku kan merayu.
Seperti dulu.

Sedang kini berpalingpun aku tak mampu.

IMPIAN SEPUTIH AWAN (SAJAK PEMBELAAN)

Jika saja selama ini kau ada di sisiku
Kan kau sadari betapa berartinya dirimu

Segera sebelum semuanya berlalu

Karena ternyata yang kau torehkan kemudian
Hanya segores luka berkepanjangan

Seuntai kasih sayang yang kusajikan
Serta-merta kau campakkan

Mungkin apa yang kau kira
Aku hanya seonggok bara
Tak layak disepuh permata

Tapi, jangan jadikan aku pecundang
Aku hanya tak kuasa berterus terang

Bahwa bayangmu pernah jadi bunga tidurku
Namun itu dulu

Kini aku lebih tak peduli lagi
Maka biarkan aku kembali
Ke peraduanku sendiri

Dan malam ini
Aku ‘kan terbang tinggi
Di alam mimpi

Leluasa
Merdeka

Lepas dari kau,
Dari segala sebab aku mengigau

SAYAP-SAYAP PATAH

Aku tidak mabuk kemenangan
Tidak pula atasmu

Juga bukan atas nama cinta yang sepenuhnya kuserahkan

Kutahu kau bukan yang terakhir
Jadi buat apa lagi kuberpikir
Bila batinku terasa pahit-getir

Sedang kini kau merasa
Paling berkuasa di dunia?

Biar kuucapkan
Segala sumpah-serapah
Tiada kau kan berubah

Terus kupacu langkah

Kukenal sambil lalu:
Hidup tak cuma segitu!

Ini mimpi
Mimpi sejati

Tubuhku goyah
Payah

…aku pasrah

February 26, 2000

TEKAD MEMBAJA

Aku harus menang
biar seribu rintangan menghadang

Tak peduli kau menentang
Kendati aku di sini berpahit muka
karena kecewa menyesakkan dada

Siapa berpaling pada siapa?
Oleh sebab kita manusia
hanyut dalam putaran masa
Sama ada, sama nyata

Namun bila kelak kuberpulang
ku tak mau jadi pecundang

T’lah kukobarkan semangat juang
Bak prajurit ke medan perang

Serang
Terjang

August 11, 2001

CERITA CINTA DARI NEGERI SEBERANG

Ke sini adik, temani abang
Duduk di sini, mari berdendang
Ambil genderang, tabuhlah lantang
Eloklah mulai kita bersenang-senang

Lihat di sana samudera luas terbentang
Berkilau bermandikan cah’ya surya benderang
Lihatlah ombaknya yang mengalun tenang
Semua tak bosan-bosan kita memandang

Bermain bersama di hamparan batu karang
Bersama burung camar yang berkicau riang
Pergilah menanti di antara gelombang pasang
Kan adik dapati cinta mengalir datang

Bukanlah abang berbual, bukan pula mengarang-ngarang
Tapi wajah adik s’lalu saja terbayang-bayang
Segala masa, malam hari maupun siang
Membuat hasrat ini terasa jauh melayang

Indahnya cerita cinta dari negeri seberang
Terjalin untuk selamanya dikenang
Terukir sebagai tanda kasih sayang
Buat adik pujaan abang seorang

August 21, 2003